TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

Minggu, 14 Agustus 2011

KAPOLDA JATENG KEDEPANKAN PENCEGAHAN,REDAM AKSI ANARKIS

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah akan memaksimalkan prinsip pencegahan, ketimbangan penindakan dalam penanganan aksi masa. Seperti saat penanganan unjuk rasa pengerahan masa yang kecewa dengan hasil Pemilukada. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan itu, salah satunya menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan pemuka agama.  

Dalam penanganan unjuk rasa dengan pengerahan masa, sering berujung dengan terjadinya aksi anarkhis. Upaya untuk menghindari terjadinya tindakan itu, polisi sebagai pelayan masyarakat, harus lebih memaksimalkan pencegahan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs Edward Aritonang  MM menegaskan hal itu, saat diwawancara PAS Pati, usai menyaksikan peragaan Sispamkota dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilukada tahun 2011, di Alun-alun Pati, Selasa pagi, 29 Maret 2011.

“Jadi langkah-langkah pencegahan harus kita maksimalkan. Tadi saya katakan misalnya, ajak tokoh masyarakat, ajak tokoh agama untuk menyadarkan masa saat terjadi unjuk rasa. Berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi adalah hak masyarakat. Tapi diperhatikan, jangan sampai hak itu mengganggu hak orang lain. Itu perlu pengaturan pengamanan. Jadi upaya-upaya pencegahan akan kita maksimalkan.”, tegas Jenderal berbintang dua ini.

Terkait dengan perintah tembak ditempat, kata Irjen Drs Edward Aritonang MM, petugas akan melakukannya sesuai prosedur tetap (protap) 01/2010 tentang penanganan anarkhis, yang dikeluarkan Mabes Polri.

“Kami akan tetap melakukan persuasif, tapi kalau masa tetap anarkhis maka kita akan melakukan tindakan melumpuhkan, tembakan terarah dengan catatan tidak untuk mematikan.” Setelah selesai ngurus STNK, saya mampir untuk beli barang Ganja dikawasan UKI. Dan barang itu, saya pakai sendiri.”, jelasnya.

Kapolda Jawa Tengah juga mengingatkan masyarakat, agar menghindari mengangkat isu-isu sara, kedaerahan atau gender. Tapi mengedepankan pluralisme pada Pemilukada, dalam memilih calon pemimpinnya dengan melihat prestasi dan karyanya.

Peragaan Sispamkota ini melibatkan 933 personil, baik dari unsur TNI/Polri  maupun Satpol PP. Selain penanganan unjuk rasa, dalam kesempatan itu juga diperagakan simulasi penanganan teror bom.

0 komentar:

Posting Komentar