TEMPOR CYBER™  mengucapkan . . . MARHABAN YAA RAMADHON 1437 H

WELCOME TO TEMPOR CYBER™...

Tempor Cyber™ adalah situs informasi yang menyajikan berita-berita terkini,baik berita daerah,berita dalam negeri maupun berita luar negeri juga menyampaikan segudang berita gosip, dunia intertainment, tips trik komputer, dan lain sebagainya yang tentunya semata-mata untuk memanjakan anda sebagai pembaca.

BLACKBERRY MERAIH SUKSES DI INDONESIA

Kemampuan Playbook cukup hebat, wajar karena ia dipersiapkan untuk menjadi lawan bagi iPad 2. Menggunakan layar sentuh kapasitif, LCD 7 inch WSVGA yang memiliki resolusi 1024 x 600. Perangkat ini didukung penuh multi touch dan gesture.

Galaxy SII Ditarget Teruskan Kejayaan Galaxy S

Galaxy S II menggunakan sistem operasi Android 2.3 alias Gingerbread. Disertai prosesor 1,2 GHz dual core dan RAM 1 GB yang membuat performanya makin mulus. Selain itu masih ditambahi interface andalan Samsung yaitu TouchWiz versi 4.0, diharapkan memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Android 2.3 Gingerbread.

KAPOLDA JATENG KEDEPANKAN PENCEGAHAN,REDAM AKSI ANARKIS MASSA

Peragaan Sispamkota ini melibatkan 933 personil, baik dari unsur TNI/Polri maupun Satpol PP. Selain penanganan unjuk rasa, dalam kesempatan itu juga diperagakan simulasi penanganan teror bom.

LASKAR PELANGI MEMBEDAH DUNIA PENDIDIKAN

Menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam. Serta kisahnya yang mengharukan.

IPAD-3 BAKAL PAKAI LAYAR RETINA DISPLAY??

iPhone generasi pertama hingga Apple 3GS memakai resolusi HVGA 320 x 480 pixel yang kemudian ditingkatkan 2 kalinya pada iPhone 4 menjadi 960 x 640 pixel. Sementara, pada iPad 3, tidak heran resolusinya yang saat ini sebesar 1024 x 768 juga telah dinaikkan menjadi dua kali yaitu 2048 x 1536 pixel

ARTI PERSAHABATAN SEBENARNYA

Satukan dua tangan yang lain menjadi satu genggaman yang kukuh bersama tuk meringankan beban antara satu dengan yang lain

ALON - ALON SIMPANG LIMA PATI-JATENG

Alon-alon Simpang Lima Pati nampak tenang pada siang hari,sungguh jauh berbeda kenyataannya kala malam hari yang penuh sesak dikunjungi para pedagang dan warga Pati tentunya.

PENYAMBUTAN PENGHARGAAN ADIPURA

Kabupaten Pati memperoleh perhargaan ADIPURA ini untuk kesekian kalinya.Sebagai warga Pati,kami sangat bangga terhadap penghargaan ini.Maju terus Kota Kelahiranku.

PRESIDEN SOESILO BAMBANG YUDHOYONO PIMPIN UPACARA DI ISTANA NEGARA

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ri berlangsung khidmat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inspektur upacara dalam upacara yang berlangsung di halaman Istana Merdeka.

Rabu, 01 Juli 2015

PESAN SEORANG BAPAK UNTUK ANAKNYA DI JEJARING SOSIAL

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.

Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan.
Pesan pertama, spam.
Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.

Selasa, 23 Agustus 2011

TANDA - TANDA MALAM LAILATUL QODAR

Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)

Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :
1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)

3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)

4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Perbedaan Waktu Antar Negara


Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).

Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)

Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)

Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.

Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”

Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)

Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt.

Wallahu A’lam . . .

Rabu, 17 Agustus 2011

SECEBIS KISAH SEJARAH 17 RAMADHAN -HARB BADAR DAN NUZUL QUR'AN

BADAR AL - KUBRA


17 Ramadhan …… suatu tarikh dimana sering diadakan sambutan bagi memperingati dua peristiwa penting didalam sejarah Islam. Pertama adalah Nuzul al-Quran dan kedua adalah Peperangan Badar al-Kubra. Adapun yang aku akan sentuh dalam penulisan ku ini adalah mengenai peristiwa Badar al-Kubra yang berlaku pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijrah. Ini adalah kerana peperangan Badar amat signifikan dalam sejarah Islam dimana inilah hari yang menentukan kesinambungan dakwah Islam. Hari penentuan sama ada Islam terus berkembang atau berkubur.
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم ketika berlakunya peperangan tersebut bermunajat kepada Allah:-
اللهم أنشدك عهدك و وعدك، اللهم إن تهلك هذه العصابة لا تعبد في الأرض

Ya Allah, aku mengharapkan janji-janjiMu. Ya Allah, jika sekiranya Engkau binasakan akan pasukan ini (yakni para pejuang Badar), nescaya Engkau tidak akan disembah lagi di mukabumi ini.


Angkatan perang pimpinan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم berangkat meninggalkan kota Madinah pada tanggal 8 Ramadhan. Sewaktu ketiadaan baginda di kota Madinah, Amru bin Ummi Maktum dilantik menjadi iman sholat. 
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم berangkat bersama-sama 313 orang shahabat baginda. Panji-panji perang di serahkan ke Sayyidina Mush’ab bin ‘Umair bin Hasyim bin ‘Abd Manaf bin ‘Abduddar رضي الله عنه manakala panji-panji kaum Muhajirin dipegang oleh Sayyiduna ‘Ali bin Abi Thalib كرم الله وجهه dan panji-panji kaum Anshar di pegang oleh Sayyiduna Sa’ad bin Mu’adz رضي الله عنه . Didalam kitab kisah-kisah para shahabat yang ditulis oleh al-Muhaddits Maulana Muhammad Zakariyya Kandahlawi رحمه الله dinyatakan bahwa perbekalan angkatan perang kaum Muslimin sangat sedikit iaitu 3 ekor kuda, 70 ekor unta, 6 atau 9 baju besi dan 8 bilah pedang. Oleh kerana terhadnya kenderaan untuk ditunggangi maka para shahabat terpaksa menunggang secara bergilir. Rasullullah صلى الله عليه وآله وسلم, Ali bin Abi Thalib كرم الله وجهه dan Martsad bin Abu Martsad al-Ghanawi secara bergiliran menaiki satu unta. Hamzah bin Abdullah Mutthalib, Zaid bin Haritsah, Abu Kabsyah dan Anasah رضي الله عنهم, satu unta. Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf رضي الله عنهم , satu unta …. Allahu Allah …. Dek kerana dhaifnya perbekalan tentera muslimin terutamannya dari ketumbukan kaum Muhajirin … 
maka dengan penuh belas kasihan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم berdoa:

اللهم إنهم حفاة فاحملهم اللهم إنهم عراة فاكسهم وإنهم جياع فاشبعهم
Ya Allah, mereka ini (kaum Muahjirin berjalan tanpa alas kaki (berkaki ayam) maka, ringankanlah langkah mereka. Mereka tidak berpakaian, berilah mereka pakaian dan mereka lapar, berilah mereka makanan.

Badar yang letaknya lebih kurang 145km arah barat laut dari kota Madinah al-Munawwarah menjadi saksi diatas keimanan dan ketaqwaan para shahabat رضي الله عنهم sehingga dengannya Allah mendatangkan bantuanNya kepada mereka. Badar menyaksikan pertembungan diantara kaum muslimin dengan kaum musyrikin yang mempunyai kekuatan lebih dari 3 kali ganda, siap dengan kudanya berjumlah 100 ekor.
Firman Allah :

وَلَقَدْ نَصَرَ‌كُمُ اللَّـهُ بِبَدْرٍ‌ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُ‌ونَ 


"Dan sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam peperangan Badar, sedang kamu berkeadaan lemah (kerana kamu sedikit bilangannya dan kekurangan alat perang). oleh itu bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu bersyukur (akan kemenangan itu)".
(Aali Imran: 123)

Badar menyaksikan pertolongan Allah kepada kaum muslimin dimana 1000 malaikat yang berserban membantu para shahabat menghadapi kaum musyrikin. Dan akhirnya kaum muslimin telah dihadiahkan dengan kemenangan. Kaum musyrikin kecundang dengan menyaksikan 70 tentera mereka termasuk Abu Jahal (Amr bin Hisyam bin al-Mughirah) sebagai panglima perang terbunuh, 70 lagi ditawan kaum muslimin. Adapun dipihak kaum muslimin hanya 14 orang telah syahid.


Sesungguhnya, tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah, hari yg menyaksikan pembelaan Ahli Badar kepada baginda Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم, sungguh tidak ada orang yang lebih setia, lebih memuliakan dan lebih mencintai Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم melebihi kesetiaan dan kecintaan Ahlul Badr, رضي الله عنهم أجمعين kepada Rasulullah
صلى الله عليه وآله وسلم.
Lihatlah bagaimana mereka menyambut seruan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم untuk keluar berjihad di luar kota Madinah. Saad bin Mu’adz رضي الله عنه berkata …..


Demi Allah, seandainya engkau berjalan sehingga sampai ke Barak al-Ghimad (di Yaman), nescaya kami akan berjalan bersamamu. Demi Allah seandainya engkau membawa kami ke menyeberangi lnescaya kami akan menyeberanginya bersamamu ………..
Sayyiduna Saad bin Ubadah رضي الله عنه pula berkata …..
Perintahkan apa sahaja yang engkau inginkan kepada kami wahai Rasulullah. Demi Dzat yang jiwaku didalam gengaman kekuasaanNya, jika engkau memerintahkan kami untuk meredah lautan sungguh kami akan meredahnya. Dan jika engkau memerintahkan kami menyelami dasarnya untuk pergi ke Barak al-Ghimad, maka pasti kami akan melakukannya.
Sayyiduna Miqdad رضي الله عنه pula berkata:
Wahai Rasulullah … kami tidak akan berkata kepadamu sebagaimana kami Musa berkata kepada Musa: Maka pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya akan duduk menanti disini sahaja (al-Maaidah: 24) – Akan tetapi kami akan berperang di sebelah kananmu dan disebelah kirimu dihadapanmu dan dibelakangmu ….
Allahu Allah. Inilah bukti kecintaan, bukti kesetiaan yang ditunjukkan oleh ahli Badar. Maka tidak hairanlah hingga diriwayatkan bahawa Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda : “Allah Ta’ala berfirman kepada Ahlu Badr: “Beramallah (berbuatlah) semahu kalian, sungguh aku telah mengampuni dosa kalian” (Shahih Bukhari).
Tersebut didalam matan Zubad :

وبعده فالأفضل الصديـق – والأفضل التالي له الفاروق
عثمان بعـده كـذا علـي – فالستة الباقون فالبـدري

Dan kemudian daripadanya maka yang terlebih afdhal adalah Abu Bakar as-Siddiq – Dan yang terlebih afdhal yang mengiringi baginya adalah al-Faruq [Umar al-Khattab] ***
Utsman kemudiannya, demikian lagi ‘Ali – Maka yang enam yang tinggal [daripada 10 orang yang dijanjikan dengan syurga iaitu selain 4 shahabat diatas, Thalhah, Zubair al-Awwam, Sa’ad ibn Abi Waqqas, Sa’id ibn Zaid, Abdurrahman bin ‘Auf dan Abu Ubaidah ibn al-Jarrah ] maka ahlul Badar

Oleh kerana ketinggian kedudukan ahli Badar disisi Allah, maka para ulama telah menyusun doa yang mengandungi tawasul dengan mereka. Seperti Shalawat Badar, Jaaliyatul Kadar – nazam tawassul oleh ‘al-‘Allamah as-Sayyid Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Barzanji, Saifun Nashar bis Saadatil Kiram Ahlil Badr oleh al-’Allaamah as-Sayyid Ibrahim bin Idris as-Sanusi al-Hasani al-Fasi, Hidayah lis Saalik wa Najaah lil Haalik fit Tawassul bi Ahli Badr wa Shuhadaa’ Uhud oleh Syaikh Muhammad bin Naasir bin ‘Abdullah al-Qadiri asy-Shafi‘ie dan banyak lagi.
Mudah-mudahan dengan memperingati peristiwa dan ahli Badar ini, akan mengalirkan kecintaaan, keberkatan serta semangat juang untuk kita terus istiqamah mengamalkan seterusnya memperjuangkan Islam yang Rasulullah
صلى الله عليه وآله وسلم tinggalkan kepada kita. أللهم آمين


الفاتحة إلى حضرة النبي و الى ارواح اصحاب البدر الكرام

14, 15 & 16hb Ramadhan merupakan hari-hari pertengahan bulan RAMADHAN yang dikenali juga sebagai hari BERCAHAYA  atau AYYAUMUL BAYD. Manakala sejarah Islam telah mencatatkan PERISTIWA PERANG BADAR (BADR KUBRA) yang berlaku pada tahun ke 2 Hijrah. Perang Badar merupakan perang pertama yang dilalui oleh umat Islam di Madinah. Ia merupakan isyarat betapa mulianya umat Islam yang berpegang teguh pada tali agama Allah.  Kemenangan besar kaum muslimin tidak terletak pada jumlah tentara yang ikut serta tetapi terkandung dalam kekuatan iman yang tertanam disanubari mereka.

Menurut SEJARAH yang dilakarkan: Pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah,  Rasulullah bersama 313 (3+1+3=7) orang tentera telah keluar dari Madinah untuk menyekat angkatan perdagangan kaum Quraisy yang pulang dari negeri Syria (Syam) dalam usaha mereka hendak melemahkan persiapan tentera Quraisy Makkah untuk menyerang Madinah.

17hb Ramadhan juga dikatakan HARI TURUNNYA AL-QURAN atau disebut NUZUL AL-QURAN. Secara umumnya: Terdapat dua pendapat mengikut ahli sejarah, termasuk pendapat para ahli hadis, tentang Al-Quran yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw. Pendapat pertama menyatakan bahawa Al-Quran diturunkan pada malam Isnin tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah (6 Ogos 610 M). Pendapat kedua pula menyatakan bahawa Al-Quran telah diturunkan pada malam Isnin, tanggal 24 Ramadhan (13 Ogos 610 M). Pendapat yang pertama adalah berdasarkan ayat 41 dari Surah Al-Anfaal, manakala pendapat kedua dasarnya adalah ayat 1 Surah Al-Qadr dan ayat 1-4 Surah Ad-Dukhan.

Walaupun tradisi Nuzul Al-Quran telah lazim diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, namun sesungguhnya pendapat kedua adalah lebih kuat dan lebih mungkin benarnya. Ini adalah kerana malam Lailatul Qadar yang dipercayai sebagai malam turunnya Al-Quran bukanlah terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Adapun dalam firman Allah SWT pada ayat 41 surah Al-Anfaal, yaitu: 

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُم مِّن شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّـهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّ‌سُولِ وَلِذِي الْقُرْ‌بَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّـهِ وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْ‌قَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ‌

“Ketahuilah sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, RasulNya, kerabat-kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil (orang yang sedang dalam perjalanan)…” 
(AlQuran Surah 8 : ayat 41).
         Ayat tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan Nuzul Al-Quran.

Tetapi sebenarnya ayat tersebut merupakan penjelasan tentang hukum pembahagian harta rampasan perang (seperti yang terdapat pada awal ayat tersebut).

Dan apabila diteliti dengan lebih lanjut, yakni dengan menghubungkan hadis-hadis tentang turunnya Al-Quran, iaitu pada Lailatul-Qadar dan kelahiran Rasullullah pada hari Isnin serta pada catatan-catatan waktu di dalam takwim, maka akan diperolehi kesimpulan yang lebih tepat, iaitu Al-Quran diturunkan pada hari Isnin, malam 24 bulan Ramadhan, 13 tahun sebelum Rasullulah saw berhijrah ke Madinah.

Menurut para mufassirin, Al-Quran yang diturunkan pada malam “Lailatul Qadar” sebagaimana disebut di atas adalah Al-Quran yang turun sekaligus di “Baitul Izzah” di langit dunia. Sedangkan Al-Quran yang diturunkan ke bumi dan diterima Rasullullah sebagai wahyu terjadi secara beransur-ansur selama sekitar 23 tahun. Adapun ayat-ayat yang pertama diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw adalah ayat 1-5 surah Al-’Alaq.

NUZULUL QUR'AN

Peristiwa nuzul al-Quran menjadi satu rakaman sejarah dalam kehidupan Nabi SAW hingga  seterusnya berperingkat-peringkat menjadi lengkap sebagaimana kitab al-Quran yang ada pada kita hari ini. Perkataan ‘Nuzul’ bererti turun atau berpindah dari atas ke bawah. Bila disebut bahawa al-Quran adalah mukjizat terbesar Nabi SAW maka ianya memberi makna terlalu besar kepada umat Islam terutamanya yang serius memikirkan rahsia al-Quran.

‘Al-Quran’ bererti bacaan atau himpunan. Di dalamnya terhimpun ayat yang menjelaskan pelbagai perkara meliputi soal tauhid, ibadat, jinayat, muamalat, sains, teknologi dan sebagainya. Kalimah al-Quran, sering dicantumkan dengan rangkai kata ‘al-Quran mukjizat akhir zaman’ atau ‘al-Quran yang mempunyai mukjizat’. Malah inilah sebenarnya kelebihan al-Quran tidak ada satu perkara pun yang dicuaikan atau tertinggal di dalam al-Quran. Dengan lain perkataan segalanya terdapat di dalam al-Quran. Firman Allah:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْ‌ضِ وَلَا طَائِرٍ‌ يَطِيرُ‌ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّ‌طْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَ‌بِّهِمْ يُحْشَرُ‌ونَ

"Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam kitab Al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisab dan menerima balasan)". (Al-An’am:38)

al-Quran adalah hidayah, rahmat, syifa, nur, furqan dan pemberi penjelasan bagi manusia.. Segala isi kandungan al-Quran itu benar. Al-Quran juga dikenali sebagai Al-Nur bererti cahaya yang menerangi, al-Furqan bererti yang dapat membezakan di antara yang hak dan batil dan al-Zikr pula bermaksud yang memberi peringatan.

Dalam sejarah kehidupan Nabi SAW ayat al-Quran yang mula-mula diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibrail ialah lima ayat pertama daripada surah Al-‘Alaq. 

قْرَ‌أْ بِاسْمِ رَ‌بِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَ‌أْ وَرَ‌بُّكَ الْأَكْرَ‌مُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhan mu yang menciptakan (sekalian makhluk), Ia menciptakan manusia dari segumpal darah beku; Bacalah, dan Tuhan mu Yang Maha Pemurah, -Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, -Ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘alaq:1-5)
 

Rabu, 20 Juli 2011

RATU INGGRIS KETURUNAN NABI MUHAMMAD? SILSILAH ATAU NASABNYA?

Keturunan Mohammad di Eropa
Prophet Muhammad in the Buckingham Palace
 
TAHUN 1986 ada sebuah berita kecil muncul di media massa, terutama di barat. Beritanya tidak begitu penting dan bikin gusar banyak orang. Saat itu masih suasana perang dingin. Kebanyakan berita yang muncul sekitar perseturuan antara barat dan komunis. Di bulan Oktober tahun itu keluar sebuah pernyataan oleh seorang ahli genealogi ternama di barat. Harold Brooks-Baker namanya. Dia memang mengakui dirinya sebagai ahli menulusuri ilmiah para bangsawan barat dan juga berbadai tokoh penting.
Harold Brook-Bakers membuat pernyataan kepada wartawan yang sederhana dan menggempar dengan mempertaruhkan reputasinya.
the British royal family is descended from Mohammed through the Arab kings of Seville, who once ruled Spain. By marriage, their blood passed to the European kings of Portugal and Castille, and through them to England's 15th century King Edward IV.
Singkatnya, Ratu Elizabeth II adalah keturunan langsung Nabi Muhammad. Ha? Yang bener?! Kalau Raja Hassan II dari Maroko atau Raja Hussein dari Jordania, orang bisa memaklumi. “Lha, sama-sama Arab”.
Tetapi untuk Ratu Inggris, hmm…agak sulit diterima. Bahkan kalau bisa ditolak dengan argumentasi yang sama, seperti yang diajukan Harold Brooks-Baker.
Berita ini tidak ditanggapi oleh pihak istana Buckingham, tetapi disambut gembira oleh masyarakat muslim di dunia, meski ada yang menolaknya karena keterbatasan wawasan dan berpikir. Apalagi, agama nomor dua di Inggris adalah Islam. Klop!
 
Bagaimana ceritanya, bisa-bisanya Ratu Elizabeth II itu berdarah Arab dan nenek moyangnya berasal dari suku Quraisy, sukunya Nabi Muhammad. Secara genetis, keluarga kerajaan Inggris (Royal Family) memang memiliki banyak campuran darah dari berbagai tokoh dunia dari penjuru dunia. Dan anehnya, bisa dibuktikan secara dokumentasi sejarah, meski bisa diperkuat lagi dengan penelitian ilmiah.
Kenyataan bahwa Ratu Elizabeth II memiliki darah Arab dari Nabi Muhammad, akan membawa konsekuensi luas. Emangnya kenapa? Jika itu memang benar secara historis dan genetis, ini artinya sama saja ingin mengatakan bahwa hampir semua keluarga kerajaan di daratan Eropa adalah keturunan Nabi Muhammad. Mulai dari dinsati Romanov di Rusia yang digulingkan kaum Bolshevik dan dihukum mati sekeluarga. Kaum royalis Spanyol, Portugal (juga Brasil), Belanda, Belgia, Swedia, Denmark, Norwegia, Jerman, Yugoslavia, Italia, dinasti van Oranje dari Belanda dan banyak lagi. Lho koq jadi segudang? Ini karena kebanyakan keluarga kerajaan di Eropa itu punya nenek moyang yang paling dekat dan bisa dilacak, yaitu Ratu Victoria dari Inggris. Sang ratu yang berkuasa lebih 60 tahun itu, memiliki anak-anak dan cucu-cucu serta cicit-cicit juga canggah-canggah, yang kini menjadi raja dan permaisuri di berbagai negara Eropa barat. Makanya, Ratu Victoria disebut juga “Mother of Europe” dalam arti yang sebenarnya.


Nah, melacak nenek moyang Arab-nya Ratu Elizabeth II pasti bisa ditelusuri mulai dari Spanyol. Karena negeri ini paling banyak berkenalan dan juga sebagai tempat bermukimnya para bangsawan Arab yang menguasai negeri itu selama lebih 800 tahun. Masak sih, nggak ada pertalian lewat perkawinan untuk rentang waktu selama itu. Orang kerja di luar negeri aja bisa kawin dengan orang lokal, meski dalam hitungan 6 – 10 tahun. Apalagi ini, untuk waktu selama 800 tahun, pasti terjadi perkawinan serta pertalian darah.
Untuk mengetahui dan memilah bukti-bukti Harold Brooks-Baker, kita telah dinasti Ummayah yang berkuasa di sana, serta dinasti-dinasti kecil yang berkuasa setelah keruntuhan Ummayah tahun 1031 di Spanyol dan Portugal. Seperti dinasti Abbadiyah yang berkuasa dan mendirikan serta membangun kota indah Sevilla. Dinasti ini punya darah keturunan dari Nabi Muhammad. Seorang putri dari raja-raja dinasti ini menikah dengan bangsawan Leon dan Castille, yang kemudian melahirkan raja-raja Portugal serta akhirnya Inggris. Tentunya juga raja/ratu seabreg monarki di Eropa.
Menurut para ahli genealogi, ada lima garis silsilah yang bisa melacak keturunan Nabi Muhammad sampai kepada keluarga kerajaan Inggris. Semua garis silsilah itu punya kelemahan dan kekuatan dalam pembuktian ilmiah secara historis. Garis mana yang kita kaji dulu, sehingga bisa menyimpulkan bahwa Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhammad? Garis keturunan yang melalui seorang putri bangsawan dinasti Abbadiyah, yaitu Zaida. 

MEMBICARAKAN keturunan Nabi Muhammad di daratan Eropa, paling unik menelaah kepada Ratu Elizabeth II. Mengapa? Kerajaan Inggris merupakan kerajaan yang paling populer dibanding dengan kaum bangsawan Eropa lainnya. Hampir semua orang tahu siapa Ratu Inggris, siapa itu Pangeran Charles dan siapa pula Pangeran William atau ibunya yang menjadi selebritis dunia, mendiang Putri Diana. Tak banyak yang mengetahui tentang anggota kerajaan lain, misalnya siapa Norwegia, Putra Mahkota Kerajaan Spanyol atau Ratu Denmark.
Menurut penelitian para ahli genealogi, anggota kerajaan Inggris memiliki kaitan darah dengan banyak kaum bangsawan di dunia. Satu diantaranya dari darah para bangsawan Arab, yang ujung-ujungnya berasal dari keturunan Nabi Muhammad. Tetapi fakta ini banyak yang mengelaknya dengan argumentasi yang berbeda-beda. “Ah, itu sih cuma opini aja”, kata yang menolaknya. Tidak gampang memang membuktikannya. Perlu data sejarah yang sangat kuat dan harus mencari bukti yang ilmiah. Jika tidak, fakta itu tidak lebih sebuah utak atik di atas kertas, yang semua orang bisa melakukannya.
Masih untung, kata orang Jawa, yang mengatakan bahwa ratu Inggris keturunan Nabi Muhammad itu adalah para ahli genealogi dari barat. Terkesan tidak mempunyai motif atau kepentingan dibalik pernyataan mereka. Bayangkan, kalau yang mengajukan bukti tersebut para ahli sejarah Arab yang beragama Islam. Hmmm, pasti hasilnya menjadi sebuah cemoohan. “Tukang kibul”, komentar orang-orang barat. “Sampah!”
Apalagi bukti tersebut sulit diterima oleh kebanyakan kalangan Islam tertentu, dengan melihat kenyataan bahwa Nabi Muhammad mempunyai keturunan yang jabatannya tidak tanggung-tanggung, Kepala Gereja Anglikan Inggris. Sebuah jabatan ex officio yang disandang oleh setiap raja atau ratu Inggris.
Sebenarnya, fakta sejarah yang menyatakan adanya keterkaitan darah antara bangsawan Inggris dengan Nabi Muhammad, sudah ada sejak lama dan aromanya hanya tercium dalam kalangan akademis atau pada perdebatan buku. Hanya Harold Brooks-Baker yang berani mengungkapkan kepada media massa, sehingga diketahui publik luas.
Kerajaan Inggris sekarang dinamakan wangsa Windsor (House of Windsor) mempunyai pandangan yang obyektif terhadap Islam, terutama sejak usainya perang dunia. Puluhan negara-negara persemakmuran yang isinya negara bekas jajahan Inggris, justru kebanyakan berpenduduk muslim. Ada sebagian kecil dari negara-negara tersebut yang dipimpim langsung oleh ratu Inggris. Misalnya Kanada, Australia, Selandia Baru, Bahama, Fiji, Papua Niugini dan banyak lagi. Ratu hanya diwakili oleh seorang gubernur jenderal.
Jadi, sangat tidak mungkin bagi seorang raja atau ratu, bahkan perdana menteri Inggris memiliki opini yang negatif terhadap Islam. Sejak invasi perang yang sia-sia di Irak, kantor perdana menteri Inggris mulai mengucapkan selamat berpuasa kepada umat Islam. Ratu Inggris kadang mendatangi sebuah mesjid saat berkunjung ke Pakistan tahun 1961, atau ketika ke Aljazair tahun 1983 dan terakhir mendengarkan ayat-ayat suci Quran saat datang ke sebuah mesjid di Turki tahun lalu. Namun anehnya, baru tahun 2002 Ratu Elizabeth II mengunjungi sebuah mesjid di tanahnya sendiri, di Lincolnshire. “Mana arah ke Mekkah?”, tanya ratu saat memasuki mesjid itu.
Pertalian darah ratu Inggris dengan Nabi Muhammad justru makin meyakinkan sebuah tekad dan identitas pemeluk agama Islam di Inggris, agama terbesar kedua setelah Anglikan. “Kami muslim Inggris dan dia adalah ratu kami”, kata seorang tokoh muslim di sana asal Pakistan.
Menelusuri nenek moyang anggota kerajaan Inggris dari bangsawan Arab, banyak dilakukan melalui sebuah pelacakan literature berbahasa Spanyol dan Portugis. Dua bahasa dari negeri tempat bermukimnya para dinasti Arab lebih 800 tahun lamanya. Justru jarang yang berasal dari bahasa Arab.
Ada beberapa jalur silsilah cara melihat bagaimana para kaum aristokrat Arab di sana, menurunkan para raja di Eropa hingga saat ini. Tiap jalur memiliki banyak perdebatan untuk bisa menerima kenyataan pertalian darah tersebut. Masih banyak derajat spekulasi yang dibumbui dengan koneksi hipotetis dalam menyampaikan pernyataan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad menurunkan hubungan darah kepada para aristokrat Eropa. Namun tidak berarti tidak ada hubungan darah antara kaum bangsawan Eropa dengan Nabi Muhammad. Hubungan itu selalu ada dari banyak sisi penelusuran. Bahkan meskipun sang ratu bukan keturunan Nabi Muhammad, tetapi dia masih kerabat Nabi Muhammad.
Untuk mengetahui dan membuktikan pertalian itu, harus diketahui keadaan negeri Spanyol dan juga Portugal selama kekuasaan orang-orang Arab di sana. Mereka berkuasa selama 800 tahun dalam berbagai dinasti. Sejak 711 ketika Tariq bin Ziyad masuk ke Spanyol melalui Gibraltar atas perintah Khalifah Walid I dari Ummayah di Siria, hingga tahun 1031 adalah masa kekuasaan dinasti Ummayah. Setelah mereka runtuh, kekuasaan diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil yang berkuasa secara lokal hingga tahun 1492, ketika Spanyol suci hama dari yang berbau Islam. Dinasti-dinasti lokal itu disebut ‘party kingdoms’ atau Reyes de Taifas. Ada dua dinasti yang jelas-jelas menganggap mereka keturunan Nabi Muhammad, yaitu Hammudiyah dan Abbadiyah yang berkuasa dan membangun kota Seville di awal milenium kedua.
Nah, dari dinasti Abbadiyah ini paling mudah menelusuri nenek moyang anggota kerajaan Inggris yang berasal dari Arab. Meskipun tidak mudah dan tidak bebas dari kritikan dan argumentasi pendapat yang berseberangan. Inilah silsilah yang bisa mengambar sebuah ilustrasi pertalian darah dari Nabi Muhammad kepada keluarga kerajaan Inggris:
1. MUHAMMAD, (571-632)
2. FATIMA, menikah dgn Ali bin Abi Thalib wafat 661, jadi khalifah 656-661
3. HUSSEIN, (626-680), Imam ke 3 Syiah
4. ALI ZAINAL ABIDIN, (653-713), Imam ke 4 Syiah
5. MUHAMMAD AL BAKIR, (681-733), Imam ke 5 Syiah
6. JAFFAR SADDIQ, (708-765), Imam ke 6 Syiah
7. ISMAIL, (736-764), pendiri Syiah Ismailiyah
8. MUHAMMAD, wafat 808
9. WAFI AHMAD, wafat 808
10. TAQI MUHAMMAD, wafat 893
11. RADIUDIN ABDULLAH, wafat 901
12. UBAYDILLAH AL MAHDI, (846-934), khalifah pertama Fatimiyah di Mesir
13. MUHAMMAD AL QAIM, (873-946), khalifah ke 2 Fatimiyah
14. ISMAIL AL MANSUR, (901-952), khalifah ke 3 Fatimiyah
15. DIHJA, menikah dgn Qaris bin Abbad, kadi di Seville, Spanyol
16. ISMAIL BIN QARIS, kadi di Seville, Spanyol
16. MUHAMMAD I ABUL KASIM, (980-1042), khatib di Seville, Spanyol (dinasti Abbadiyah)
17. ABBAD AL MUTADID, (10 017) Em{z i Seville, Spanyol (dinasti Abbadiyah)
18. MUHAMMAD II AL MUTAMID,
(1040-1095), Emir di Seville, Spanyol (dinasti Abbadiyah), saudara kandung #17
19. ZAIDA, menikah dgn Alfonso VI the Valiant, Raja Leon (1065-1109), Raja Castile (1072-1109)
20. SANCHA, menikah dgn Rodrigo "El Franco" Gonsalez de Lara
21. RODRIGO RODRIGUEZ DE LARA, menikah dgn Garcia de Azagra
22. SANCHA DE LARA, menikah dgn Gonzalo (II) Ruiz Giron, wafat 1234
23. MARIA GONZALEZ RUIZ, menikah dgn Guillen Perez de Guzman
24. MARIA, wafat tahun 1262 menikah dgn Alfonso IX, Raja Castile (1312-1350)
25. BEATRIX, menikah dgn Alfonso III, Raja Portugal (1248-1279)
26. DIONISISO, Raja Portugal (1279- 1325), menikah dgn Isabel of Aragon, putri Pedro III, Raja Aragon (1276-1285)
27. ALFONSO IV THE BRAVE, Raja Portugal (1325-1357), menikah dgn Beatrice, putri Sancho IV, Raja Castile (1284-1296)
28. MARIA, (1313-1357) menikah dgn Alfonso XI, Raja Castile (1312-1350)
29. PEDRO THE CRUEL, Raja Castile (1350-1369), menikah dgn Blance of Bourbon
30. ISABELLE (1355-1394), menikah dgn Edmund, Duke of York, England wafat 1402
31. RICHARD PLANTAGENET, Earl of Cambridge, wafat 1415, menikah dgn Anne Mortimer, penerus keluarga Clarence
32. RICHARD, Duke of York, menikah dgn Lady Cecily Neville, putrid Ralph, 1st Earl of Westmoreland
33. EDWARD IV, Raja Inggris (1461-1483), menikah dgn Elizabeth, putrid Sir Richard Woodvile
34. HENRY VII, Raja Inggris (1485-1509), menikah Elizabeth wafat 1503
35. MARGARET, menikah dgn Archibald, Earl of Angus
36. LADY MARGARET DOUGLAS, wafat tahun 1578, menikah dgn Matthew Stuart, Earl of Lennox, wafat 1671
37. HENRY STUART, Lord Darnley, Duke of Albany, wafat tahun 1567, menikah dgn Mary, Ratu Skotlandia, wafat 1587
38. JAMES I, Raja Inggris (1603-1625), menikah dgn Anne dari Denmark, wafat 1619
39. ELIZABETH, wafat tahun 1662, menikah dgn Frederick V, Raja Bohemia, wafat tahun 1632
40. SOPHIA, wafat tahun 1714, menikah dgn Ernest Augustus, Elector Hannover
41. GEORGE I, Raja inggris (1714-1727), menikah dgn Sphia Dorothea dari Celle, wafat tahun 1726
42. GEORGE II, Raja inggris (1727-1760), menikah dgn Caroline dari Bradenburg Auspach, wafat tahun 1737
43. FREDERICK, Pangeran Wales, wafat tahun 1751, menikah dgn Augusta dari Saxe-Coburg, wafat tahun 1772
44. GEORGE III, Raja inggris (1760-1820), menikah dgn Charlotte dari Mackenburg-Sterlitz, wafat tahun 1818
45. EDWARD, Duke of Kent, wafat tahun 1820, menikah dgn Victoria dari Saxe-Coburg (1786-1861)
46. VICTORIA, Ratu Inggris (1837-1901), menikah dgn Albert dari Saxe-Coburg dan Gotha (1819-1861)
47. EDWARD VII, Raja inggris (1901-1910), menikah dgn Alexandra dari Denmark (1844-1925)
48. GEORGE V, Raja inggris (1910-1936), menikah dgn Mary of Teck (1867-1953)
49. GEORGE VI, Raja Inggris (1936-1952), menikah dgn Lady Elizabeth Bowes-Lyon (1900-2001)
50. ELIZABETH II, Ratu Inggris sejak 1952, menikah dgn Phillip, Duke of Edinburg, lahir tahun 1921
Dari ilustrasi silsilah di atas, timbul perdebatan dengan keberadaan atau status dari Putri Zaida (no. 19). Beberapa ahli genealogi menganggap dia bukan putri Emir Seville, tetapi menantunya. Namun ada juga yang beranggapan sebaliknya, yang membuktikan bahwa Zaida adalah putri dari Muhammad II bin Abbad al Mutamid al Allah. Muhammad II adalah Emir Seville, yang membangun kota Seville sebagai pusat kebudayaan Islam Spanyol. Zaida berpindah keyakinan pada awal keruntuhan dinasti Ummayah di Spanyol, sehingga anak keturunannya memiliki keyakinan yang berbeda dengan nenek moyang mereka dari Arab. Saat itu ada gelombang pemaksaan untuk mengembalikan negeri Spanyol seperti aslinya, jaman sebelum Islam masuk ke sana.
Alfonsi VI memiiliki 5 istri dan beberapa selir. Diantara selir itu adalah Zaida yang berganti nama menjadi Elizabeth. Bukti-bukti kuat selalu ditampilkan untuk mendukung status Zaida sebagai anak Emir Seville.
Di pusara makam Zaida di Sahagun, tertulis "H.R. Regina Elisabeth, uxor Regis Adefonsi, filia Benabet Regis Sevillae, quae prius Zayda, fuit vocata". Dalam bahasa Inggris " Di sini beristirahat Ratu Elizabeth, istri Raja Alfonso, putri Aben-abeth, raja Seville, sebelumnya bernama Zayda”
Kata “Fuit uocitata” sebenarnya fuit vocitata (aksara 'u' biasanya dilafalkan sebagai 'v'). Artinya kira-kira “biasanya disebut” atau “sering dipanggil” Elizabeth. Zaida wafat ketika sedang melahirkan anak, tanggal 12 September 1099, sekitar 910 tahun silam. ‘Benabet’ dalam pusara makam Zaida artinya bin Abbad, nama keluarga ayahnya Zaida, bin Abbad atau dinasti Abbadiyah (Abbadids).
Hingga kini status Zaida terus dipertanyakan oleh para sejarah dan genealogi, apakah dia benar-benar putri Emir Seville atau menantunya.

Kamis, 14 Juli 2011

Sebaik-baik Jin Adalah Sejahat-jahat Manusia (Penipuan Fakta)

Seringkali dicanang dan dimomokkan di dalam cerita seram yang ditayangkan di television bahawa sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusiaKenyataan ini meragukan kerana tidak pernah dinyatakan asas sandarannya daripada Al-Quran dan hadis. Bagaimanapun, ia seolah-olah sudah menjadi fakta yang diterima ramai sehingga penerbit filem seram berani menggunakan kenyataan di atas sebagai dialog yang digunakan di dalam filem mereka.

Asas pertama yang perlu dipegang apabila membicarakan perihal jin dan malaikat ialah keimanan kepada perkara ghaib. Oleh kerana alam jin adalah alam ghaib yang terhalang daripada alam nyata. Manusia tidak boleh berbicara tentang jin kecuali mengikut neraca Al-Quran dan Al-Sunnah.
Firman Allah SWT :

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

Wahai anak-anak Adam! janganlah kamu diperdayakan oleh Syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapa kamu dari syurga, sambil ia menyebabkan terlucutnya pakaian mereka berdua untuk memperlihatkan kepada mereka: aurat mereka (yang sebelum itu tertutup). Sesungguhnya Syaitan dan kaumnya melihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-Araf :27) 

Hanya kedua-dua sumber itu mampu menelah dan menembusi alam jin. Sesiapa sahaja yang ingin mengutarakan buah fikiran mengenai alam jin perlu terlebih dahulu merujuk Al-Quran dan Al-Sunnah supaya umat Islam tidak berpegang kepada asas yang rapuh, tidak berasas atau disuap dengan fakta karut dan khurafat yang tidak banyak membina iman dan minda.

Kenyataan yang terlalu umum sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia ini secara tidak langsung akan menzalimi sebahagian jin Islam yang dipuji Allah SWT dan disebut kisah mereka di dalam Al-Quran. Mereka ialah generasi awal jin Islam yang bertanggungjawab menyebarkan Islam kepada makhluk jin kerana jin dan manusia mempunyai tanggungjawab agama dan akan dihisab di akhirat kelak (Al-Rahman [55:31-36]).

Generasi awal jin Islam yang disebut kisah mereka dalam Al-Quran ini selayaknya digelar sahabat nabi kerana memenuhi ciri serta takrifan para ulama hadis iaitu sesiapa sahaja yang bertemu dan beriman dengan Nabi Muhammad SAW.

Sekiranya kenyataan sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia ini terus dipegang, kita secara tidak langsung akan menghukum para sahabat Nabi Muhammad SAW jauh lebih jahat daripada manusia, sedangkan para ulama sepakat mengatakan para sahabat adalah adil dan baik.

Generasi awal jin ini juga diiktiraf sebagai rasul atau utusan pendakwah dalam kalangan mereka.

Firman Allah SWT :

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَى أَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

"Wahai sekalian jin dan manusia! Bukankah telah datang kepada kamu rasul-rasul daripada kalangan kamu sendiri, yang menyampaikan kepada kamu ayat-ayatKu (perintah-perintahKu), dan yang memberikan amaran kepada kamu tentang pertemuan kamu dengan hari (kiamat) ini?"(Al-An'am : 130)

Hakikatnya, para rasul hanya diutus dalam kalangan manusia. Namun begitu, rasul dari kalangan jin dalam ayat ini adalah wakil kepada rasul atau pendakwah dari kalangan jin yang mendengar bacaan Al-Quran yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW(Tafsir al-Razi). Kisah mereka ini boleh didapati di dalam Al-Quran.

Sebuah hadis turut merekodkan baginda Rasulullah SAW pernah memuji para sahabatnya dari golongan jin yang begitu sensitif terhadap Al-Quran. Baginda pernah membacakan surah Al-Rahman dari awal sehingga akhir kepada para sahabat. Selain itu, para ulama hadis seperti Imam Ibn Hajar Al-Asqalani tidak ketinggalan menyenaraikan nama golongan awal jin bersama nama para sahabat nabi yang lain. Antara nama yang disebut adalah Zawba'ah, Al-Adras, Hasir, Khasir dan sebagainya (Al-Isabah fi Ma'rifat aAl-Sahabah).

Mungkin ada segelintir pihak cuba mempertahankan kenyataan meragukan tersebut dengan mengatakan bukti harian jelas menunjukkan jin banyak melakukan kerosakan dan kebiadapan terhadap manusia. Banyak sekali hasutan dan rasukan berlaku yang memporak perandakan hidup manusia. Sebenarnya kejahatan serta kebiadapan itu tidak hanya berpunca daripada jin, bahkan ia juga berpunca daripada kejahatan manusia.

Firman Allah SWT :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٤١)قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ (٤٢)فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

"Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia, (timbulnya yang demikian) kerana Allah SWT hendak merasakan mereka sebahagian daripada balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat)." Katakanlah: "Mengembaralah kamu di muka bumi ini, kemudian lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah lalu (yang telah dibinasakan). Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik." (Al-Rum : 41-42)

Oleh itu, pihak yang selalu menggunakan kenyataan tersebut perlu terlebih dahulu merujuk kepada sumber Islam bagi mengelakkan kejadian sebegini terus berlaku.

Rasulullah SAW Dan Seorang Pengemis

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kamu mendekatinya maka kamu akan dipengaruhinya".

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW iaitu Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, apakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". 

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

Apakah Itu?", tanya Abu Bakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia...." 

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu dia menjadi muslim.

Wahai saudaraku, bolehkah kita meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW? Atau setidak-setidaknya mempunyai niat untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlak, semulia-mulia akhlak.

Kehidupan Sebelum Nabi Adam Diturunkan


Jika pembaca antara salah seorang yang percaya kewujudan Dinosaur, pembaca juga adalah salah seorang antara jutaan manusia yang percaya wujudnya hidupan sebelum Nabi Allah, Adam as. Kemungkinan ramai antara pembaca semua tidak sedar akan hakikat ini bukan?.

Persetujuan daripada ahli arkeologi menyatakan bahawa tamadun pertama yang wujud di muka bumi adalah tamadun Mesopotamia iaitu sekitar 4000BC. Jika sekarang kita berada di tahun 2010, ini bermakna tamadun Mesopotamia adalah berusia :

4000BC+2010AD=6010 tahun

Dan ia juga bermakna, Tamadun Mesopotamia telah mencapai usia 60 abad. Manakala, agama pertama di dunia yang di rekodkan iaitu agama Hindu telah dibentuk seawal 3000BC iaitu ketika permulaan tamadun Indus di India. Disebabkan agama Hindu terlampau awal dibentuk, sehingga kini tidak diketahui siapakah sebenarnya pengasas agama Hindu ini. 

Agama Hindu yang terdapat pada hari ini tidaklah sama dengan agama Hindu yang pada mula-mula ia diasaskan. Sepertimana agama lain, kecuali Islam, setiap agama mengalami perubahan bahkan terdapat agama yang mengalami perubahan yang ketara sepertimana agama Yahudi dan Kristian. Disebabkan agama Hindu adalah agama tertua di dunia, ahli arkeologi yang ingin menyelidik tamadun-tamadun purba akan mengkaji terlebih dahulu kitab-kitab purba agama Hindu terutamanya Veda dan itulah yang berlaku sekarang.

Dalam kitab Taurat dan Injil dalam Book of Genesis, umur Nabi Adam as ada dinyatakan. Nabi Adam as dikatakan hidup di bumi selama 930 tahun sebelum baginda wafat. Bergitu juga dengan Hawa yang wafat hampir dengan usia Nabi Adam. Namun, di dalam al-Quran tidak pula dinyatakan usia Adam namun Rasullulah SAW pernah menyatakan dalam sabdanya bahawa umur umat terdahulu adalah panjang dan sihat pula tubuh badan mereka.

Rabbi daripada agama Yahudi sepakat menyatakan bahawa umur Adam as diturun ke bumi adalah sekitar 4000BC selari dengan tamadun pertama di dunia di Mesopotamia iaitu juga sekitar 4000BC. 

‘ADAM’ SEBELUM ADAM

Berkenaan dengan penciptaan Adam, majoriti ulama Islam percaya bahawa Adam dan Hawa telah dicipta dengan lengkap di Syurga. Mereka kemudiannya dihantar ke bumi selepas memakan buah yang terlarang. Keturunan mereka mengisi populasi bumi dan memulakan sejarah manusia.

Akan tetapi Allah SWT tidak menjelaskan di dalam al-Quran bagaimanakah Adam itu dicipta. Adakah dia dicipta secara berperingkat atau dengan satu proses sahaja? Sebahagian ahli Tafsir mendatangkan pandangan bahawa ketika Allah SWT mencipta Adam, tubuh Adam itu dibiarkan selama 40 tahun sebelum ditiupkan ke dalamnya roh. Di sini kita boleh melihat dengan jelas pengaruh tradisi Ancient Persian terhadap tafsiran berkenaan.

Terdapat juga sebahagian daripada ulama Islam yang menjelaskan bahawa Adam bukanlah manusia pertama yang dicipta di muka bumi. Mereka berpandangan bahawa ratusan ribu ‘Adam’ telah wujud sebelum Adam bapa kita. Setiap satu ‘Adam’ itu telah mempunyai keturunan dan kehidupannya, mereka telah musnah sepenuhnya dan digantikan dengan ‘Adam’ yang berikutnya sehinggalah tiba kepada Adam, bapa kita. Adam bapa kita, dianggap sebagai pusingan terakhir siri ‘Adam’ di muka bumi.

Ada juga ulama yang berpendapat bahawa Adam dan Hawa dicipta bukan di Syurga tetapi di muka bumi dan daripada bumi.

(Lihat al-Maqdisi: Al-Bad’ wa al-Tarikh dan Ibn al-‘Arabi: al-Futuhat al-Makkiyyah)

Ikhwan al-Safa juga ada menghuraikan tentang hal ini. Mereka menyatakan bahawa semua haiwan dicipta dari tanah liat kering dan membiak di kawasan Khatulistiwa yang tidak terganggu oleh perubahan cuaca yang ektrim. Hal ini memberi ruang kepada pembiakan. Di dalam suasana inilah Adam tercipta (takawwana). Ikhwan al-Safa juga berpendapat bahawa Adam dan Hawa hidup di peringkat pertama kehidupan mereka di bumi (Rasaa’il Ikhwan al-Safa, jilid muka surat 181, 229. Ada kemungkinan konsep ini diambil dari Bible kerana di dalam Bible, Syurga itu adalah Garden of Eden, di mana Adam dan Hawa hidup dalam keadaan yang suci).

ZAMAN DINOSAUR?

Jika dari awal tadi penulis berkata bahawa tamadun pertama di dunia adalah berusia 4000BC. Sekarang, pembaca akan terkejut apabila menyedari bahawa zaman Dinosaur adalah jauh lebih lama daripada itu. Penemuan rangka-rangka dinosour di serata dunia membuatkan saintis percaya bahawa haiwan ini pernah mendiami bumi ini 61 juta tahun sebelum manusia.

Arkeologi sepakat menyatakan bahawa kepupusan secara besar-besaran Dinosaur adalah pada 65 juta tahun yang lampau. Penulis ingin menekankan ayat ini iaitu Kepupusan. Kepupusan adalah suatu titik di mana sesuatu spesies lenyap tanpa meninggalkan keturunan. Inilah yang berlaku kepada Dinosaur.

 Eskavasi di tapak arkeologi yang menempatkan tulang-tulang Dinosaur kebanyakkannya mempunyai tarikh Karbon-12 yang berusia 65 juta tahun yang lalu. Ia seterusnya membuatkan ahli arkeologi sepakat mengeluarkan kenyataan bahawa Dinosaur mula pupus sekitar 65 juta tahun yang lampau.

Namun apa yang mengejutkan sebenarnya adalah tarikh kepupusan iaitu pada 65 juta tahun yang lampau itu. Berbanding dengan permulaan tamadun manusia yang hanya bermula 4000BC, ia bagaikan langit dan bumi berbanding tarikh kepupusan Dinosaur.

Seperti penulis tekankan di awal artikel tadi, barang siapa yang percaya Dinosaur wujud, maka beliau adalah salah seorang daripada ribuan malah jutaan manusia yang percaya terdapatnya hidupan sebelum wujudnya manusia. Dan tarikh kepupusan Dinosaur membuktikan segala-galanya.
Perlu diketahui bahawa ia adalah tarikh (jangka masa) kepupusan Dinosaur. Bagaimana pula tarikh permulaan hidupan Dinosaur?. Bagaimana pula dengan usia Bumi?. Apabila difikirkan daripada logik akal dan logik nakli, sememangnya terdapat hidupan sebelum turunnya Adam as ke bumi Allah ini. Pernahkah pembaca mendengar perdebatan antara malaikat dan Allah SWT semasa Allah mencipta Adam as? 


MALAIKAT BERTANYA KEPADA ALLAH SWT 


adamkhalifah.JPG
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya” 
(Al-Baqarah 2: 30)

Baris ayat “orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah”daripada hujah para Malaikat telah menimbulkan seribu satu persoalan. Bagaimana Malaikat boleh mengetahui tentang rahsia masa depan manusia sedangkan hanya Allah swt sahaja yang Maha Mengetahui?.

Meskipun malaikat memiliki keistimewaan berada di Syurga dan Arasy Allah namun pembaca jangan lupa bahawa malaikat tidak boleh mengetahui rahsia masa hadapan tanpa izin Allah. Hijab Allah sentiasa tertutup untuk makhluk-Nya kerana ia adalah perancangan Allah swt untuk perjalanan setiap makhluk-Nya.

Jadi, bagaimana malaikat boleh mengetahuinya?

HARI-HARI TERAKHIR BUMI SEBELUM TURUNNYA ADAM - MUHAMMAD ISA DAWUD
Cendiakiawan agama terutama Muhammad Isa Dawud (MID) percaya bahawa terdapatnya hidupan sebelum penciptaan Adam. Dalam buku bertajuk "Siapa penghuni Bumi Sebelum Manusia" karya MID, ada persoalan yang dibangkitkan iaitu bagaimana malaikat tahu bahawa hamba Allah yang bakal dicipta nanti (Adam & keturunannya) akan membuat ‘kerosakan’ dan ‘menumpah darah’ (berperang). Ini membuktikan sudah ada kehidupan makhluk lain sebelum manusia yang telah diturunkan syariat Islam. Cuma bezanya makhluk sebelum Adam berbeza dari segi jasad dan kemampuan intelektual. Namun mereka derhaka kepada Allah SWT selepas Allah melimpahkan kemewahan dunia kepada mereka. Akibat kebiadapan mereka menyekutukan, Allah SWT telah mengazab mereka dengan ‘kiamat’ untuk keseluruhan mereka sehingga tidak tertinggal walau sedikitpun.

Gambar (di samping) Saintis menunjuk uranium-uranium yang terurai (lihat batuan kuning) yang dianggarkan berusia jutaan tahun yang lampau di Oklo, Afrika.

Menurutnya ijtihad MID, perpecahan dan peperangan atom sudah terjadi dan menyaksikan kerosakan bumi yang teruk dan hanya beberapa tempat yang selamat.Ledakan itu jugalah yang menghancurkan sebahagian besar peninggalan peradaban sebelum Adam. Beberapa manuskrip dari Sweeden turut dilampirkan sebagai bukti walaupun ia masih dalam perdebatan para cendekiawan.

Adakah selepas tamatnya zaman dinosaur, kemudian muncul pula zaman jin?.


JIN PENGHUNI BUMI SEBELUM MANUSIA 
Masih lagi berpandukan pada hujah MID dalam bukunya, disini kita boleh merenung serta membahaskan beberapa fakta dan hujah yang dikemukakan oleh beliau. MID menegaskan bahawa, Iblis adalah bangsa Jin yang dididik oleh malaikat sehingga ‘alim seperti malaikat, namun sifat takabburnya telah membuatkan Allah murka dan melaknatnya sehingga akhirat. Dengan itu, Iblis berikrar akan berusaha menyesatkan anak-anak Adam. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam At-Tabari.
Taurat Kuno menyebut sebuah lagenda yang mengatakan semasa penghijrahan Nabi Musa a.s. bersama 70 orang Bani Israel, sebahagian pengikut Musa telah melihat gambar-gambar yang aneh di dasar Sungai Nil. Dari gambaran penglihatan mereka gambar-gambar itu mengisahkan kehidupan peradaban sebelum kedatangan Adam. Namun, Nabi Musa melarang mereka untuk melengah-lengahkan perjalanan kerana bimbang tentera Firaun akan sempat mengejar mereka. Pengikut-pengikut Musa yang telah melihat gambar-gambar itu telah menulisnya di dalam manuskrip-manuskrip dan diwarisi oleh anak cucu mereka.
Fakta serta hujah berkenaan dengan kemampuan jin dalam menghasilkan teknologiatom dan fusion turut dikemukakan oleh MID. Persoalannya disini ialah, adakah kesan radioaktif yang ditemui di beberapa buah lokasi di dunia sejak beberapa tahun kebelakangan ini merupakan suatu 'peninggalan' dari tamadun spesis makhluk yang disebut sebagai 'jin'?.
MID mengakhiri hujah dalam bukunya dengan satu kesimpulan yang kukuh : 
“Nabi Adam telah turun ke bumi sejak berjuta-juta tahun yang dahulu dan sebelum turunnya Adam, bumi telah dihuni oleh makhluk mukallaf yang juga diturunkan syariat agama iatu Jin. Bangsa Jin telah membangunkan peradaban-peradaban yang moden sehingga menuntut mereka engkar terhadap seruan Allah. Mereka (Jin) bertelagah sesama sendiri sehingga terjadinya ledakan atom yang menghancurkan sebahagian besar peninggalan peradaban mereka.
Kemudian Adam diturunkan dan dalam masa yang sama Allah memperkenankan doa para Jin yang mahukan diri mereka tidak dapat dilihat oleh manusia. Maka Muhammad Isa Dawud ingin memahamkan kita peradaban yang maju yang tersisa hingga sekarang itu ialah peninggalan bangsa Jin kerana hanya golongan jin yang dapat terbang ke langit, hidup di lautan dan berlari sepantas kilat.”
PENEMUAN YANG MENGEJUTKAN

Pada 2006, dua orang penyelam Jerman telah tidak sengaja menemui rangka manusia yang mempunyai saiz kanak-kanak. Dua penyelam daripada Jerman ini sebenarnya ingin menjelajah satu Cenote di Mexico. Cenote adalah lubang besar yang ditenggalami air disebabkan oleh luluhawa dan perubahan rupabumi. Rangka kanak-kanak itu ditemui dalam satu gua di dalam Cenote tersebut.
                Rangka berusia 10,000 tahun- Young Hol Chan

Rangka kanak-kanak ini ditemui di gua bawah tanah dekat Tulum, Mexico. Rangka kanak-kanak yang digelar Young Hol Chan telah diakui oleh pakar-pakar arkeologi sebagai rangka kanak-kanak tertua yang pernah ditemui di benua Amerika. Rangka itu berusia 10,000 ribu tahun.!

Berbanding dengan usia tamadun pertama iaitu sekitar 6010 tahun, rangka ini sebenarnya telah membuka kunci rahsia tentang ‘manusia’ sebelum kedatangan Nabi Adam as.



Pada 1823, seorang professor Geologi di Universiti Oxford, William Buckland telah menemui rangka manusia yang dianggar berusia kira-kira 18,000 di sebuah gua di Goat’s Hole Cave di Pavillon, Gower. Di gua inilah rangka yang berusia 26,000 tahun itu dijumpai.

Namun, baru-baru ini para pakar telah sekali lagi membuat kajian mengenai usianya dengan menggunakan alatan yang terkini. Apa yang mengejutkan adalah usianya sebenarnya adalah 4000 tahun lebih tua daripada yang diketahui dahulu iaitu 26,000 tahun!.
                                                                                               Goat’s Hole Cave, Pavillon, Gower

Gambar (di samping) adalah rangka Red Lady dianggarkan berusia 26,000 tahun. Satu yang menarik mengenai rangka purba ini adalah rangka Red Lady sebenarnya adalah rangka seorang pemuda dan bukan rangka seorang wanita sebagaimana namanya.







Gambar (di samping) 600 lukisan purba di Lascaux Cave di Dordogne River Valley, Perancis telah direkodkan mempunyai usia 17,000 tahun. Ia ditemui tidak sengaja oleh dua orang remaja pada 1940.










MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI

Manusia telah awal-awal lagi, Allah SWT nyatakan bahawa sebagai wakil Allah SWT di muka bumi. Sememangnya penulis sangat bersetuju tentang kewujudan makhluk sebelum Adam as namun tidaklah pula penulis bersetuju tentang teori evolusi yang Charles Darwin asaskan. Bagi penulis, makhluk yang dicipta sebelum Nabi Adam adalah makhluk misteri. Ada kemungkinan menyerupai manusia, ada pula kemungkinan menyerupai haiwan akan tetapi yang pasti adalah mereka telah melakukan kerosakkan di muka bumi. Antara kerosakan yang pernah mereka lakukan adalah peperangan dan perebutan kuasa.
Baru-baru ini, saintis bergitu terkejut dengan penemuaan rangka-rangka manusia yang bergelimpangan di Mohenja-Daro di Lembah Indus. Apabila diselidik, rangka tersebut telah dicemari dengan radioaktif akibat letusan nuklear. Apakah makhluk purba pernah menggunakan senjata canggih sehingga menghuru-harakan bumi Allah swt ini?




Bagaimana dengan Dinosaur?. Apa yang penulis boleh simpulkan mengenai haiwan besar yang digelar Dinosour ini adalah haiwan ini kemungkinan wujud sebelum wujudnya ‘makhluk’ yang melakukan kerosakan tersebut. Ini bermakna, sebelum wujudnya Adam as sebagai khalifah di muka bumi, telah wujud berpuluh-puluh makhluk yang Allah SWT wakilkan di muka bumi ini. Namun, sayangnya, mereka semua leka dengan nikmat Allah swt dan akhirnya musnahlah tamadun mereka diazab Allah swt.
Akhirnya, manusia adalah wakil terakhir Allah SWT di muka Bumi ini. Dan kita sebagai umat Muhammad pula adalah khalifah terakhir daripada wakil terakhir Allah swt di muka bumi sebelum Allah swt ‘sediakan’ kiamat untuk kita semua. Sesungguhnya, Adam as bukanlah makhluk pertama tetapi ia adalah manusia pertama di muka bumi. Waallahualam..